Adakah Larangan Puasa pada Hari Ahad?

0 komentar
 
Adakah larangan berpuasa pada hari Ahad (Minggu)? Misalnya saja ada yang ingin puasa Syawal atau puasa yang punya sebab lainnya bertepatan pada hari Ahad, apakah masih dibolehkan?
Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Adapun hari Ahad, sebagian ulama menyunnahkan puasa ketika itu dan sebagian lainnya memakruhkan. Adapun ulama yang menyunnahkan karena hari tersebut adalah hari ‘ied (hari yang diagungkan) oleh orang Nashrani. Biasanya hari ‘ied adalah hari makan-makan dan bersenang-senang. Sehingga menyelisihinya adalah dengan berpuasa.
Adapun ulama yang menganggap makruh karena menganggap bahwa berpuasa berarti mengagungkan suatu hari. Jika hari Ahad adalah hari ‘iednya orang kafir, maka berpuasa saat itu berarti mengagungkan hari tersebut. Sehingga tidak boleh melakukan pengagungan seperti yang dilakukan oleh orang kafir karena itu adalah syi’ar mereka.
Ringkasnya, berpuasa pada hari Selasa dan Rabu itu dibolehkan. Namun tidak disunnahkan dan tidak dimakruhkan berpuasa pada dua hari tersebut. Sedangkan untuk hari Jum’at, Sabtu dan Ahad dimakruhkan mengkhususkan (menyendirikan) puasa ketika itu. Mengkhususkan puasa pada hari Jum’at sangat dilarang keras karena ada hadits yang melarangnya tanpa ada perselisihan sengit di antara para ulama. Sedangkan berpuasa pada hari Jum’at lalu ditambah dengan berpuasa pada hari sesudahnya, maka tidak ada masalah. Adapun berpuasa pada hari Senin dan Kamis ada sunnahnya.” (Syarhul Mumti’, 6: 464).
Adapun larangan berpuasa pada hari Ahad secara khusus adalah hadits dari Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahihnya dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,
إن رسول الله صلى الله عليه وسلم أكثر ما كان يصوم من الأيام يوم السبت والأحد ، كان يقول : « إنهما يوما عيد للمشركين وأنا أريد أن أخالفهم »
Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih banyak puasa pada hari Sabtu dan Ahad. Beliau berkata bahwa hari Sabtu dan Ahad adalah hari ‘ied orang musyrik dan aku ingin menyelisihi mereka ketika itu.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya).
Hadits di atas menunjukkan larangan berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad. Namun itu bila dikhususkan atau diistimewakan kedua hari tersebut. Bila berpuasa pada kedua hari tadi lalu diikuti dengan puasa hari sebelum atau sesudahnya atau karena bertepatan dengan kebiasaan puasa, maka tidak ada masalah. Sehingga melakuan puasa Syawal atau puasa Daud atau puasa yang punya sebab lainnya yang bertepatan dengan hari Ahad, maka tidak ada masalah. Wallahu a’lam.
Hanya Allah yang memberi taufik.

ReferensiSyarhul Mumti’ ‘ala Zaadil Mustaqni’, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1424 H.
Disusun @ Pesantren Darush Sholihin, Panggang-Gunungkidul, diselesaikan pada 11 Syawal 1434 H


Leave a Reply