18 Nasehat bagi Wanita yang Berpuasa

0 komentar
 

ramadhan karimOleh: Su'ad al-Ghamidi
Segala puji bagi Allah Subhanahu wata'aala yang memutar balikan tahun demi tahun, bulan demi bulan, dan hari demi hari:
يُقَلِّبُ اللَّهُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَار
Allah Subhanahu wata'aala mempergantikan malam dan siang.Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan. (QS.an-Nuur :44)
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada pemberi petuntuk, pemberi kabar gembira, dan lampu yang menerangi, dan kepada keluarga, sahabatnya, serta yang mengikuti mereka dalam kebaikan hingga hari pembalasan...sesudah itu:
Selamat datang, ahlan wa sahlan bulan puasa – wahai kekasih yang mengunjungi kami setiap tahun
Sungguh kami menemui engkau dengan rasa cinta yang mendalam – segala cinta kepada selain Allah Subhanahu wata'aala adalah haram.
Saudariku yang berpuasa: telah datang kepada kita bulan yang agung, permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah kebebasan dari api neraka. Bulan al-Qur`an dan puasa, bulan jihad dan kemenangan, bulan dilipat gandakan kebaikan, taubat dan ampunan. Ia adalah penghulu semua bulan, selamat datang dengannya.
  
Saudariku yang berpuasa: dalam risalah ini ada beberapa catatan dan nasihat yang engkau terima dari orang yang mencintaimu, di bulan yang mulia ini, semoga Allah Subhanahu wata'aala menerima kita dan engkau dalam berpuasa dan shalat, sesungguhnya Dia Subhanahu wata'aala Maha Pemurah lagi Maha Mulia.
  
Pertama: Pujilah Allah Subhanahu wata'aala, wahai saudariku, atas nikmat yang agung ini, yaitu bertemu bulan Ramadhan, maka bersungguh-sungguhlah dan tetapkanlah untuk bertaubat dari sekarang. Dan aku melihat kebaikan pada dirimu di bulan yang mulia ini, kemungkinan engkau tidak bertemu lagi dengannya di tahun mendatang.Sudah berapa orang yang engkau kenal yang telah berpuasa – dari yang terdahulu dari para keluarga, tetangga dan teman sejawat. Mereka telah dijemput oleh kematian dan membiarkan engkau setelah mereka tetap hidup, maka alangkah dekatnya mengikuti yang terdekat.
  
Kedua:Jangan terlalu banyak membeli makanan –dipermulaan bulan ini- seperti kondisi kebanyakan orang. Maka bulan Ramadhan adalah bulan puasa, bukan bulan makan dan minum. Dan ketahuilah bahwa hanya ada dua kali makan saja di bulan ini, yaitu makan sahur dan berbuka puasa, untuk meringankan atas hamba, sehingga ia bisa melaksanakan hak-hak Allah Subhanahu wata'aala di bulan ini berupa puasa, shalat, dan membaca al-Qur`an.
Ingatlah, sesungguhnya di antara manfaat lapar adalah yang berikut ini: bersih hati dan lembut, menghancurkan nafsu syahwat di dalam jiwa, menyehakan badan, menentukan diri untuk ibadah, mengingat kondisi fakir miskin, dan mensyukuri nikmat.
Ketiga: manfaatkanlah hari-hari ini dan jadikanlah bulan ini sebagai saksi untuknya di sisi Allah Subhanahu wata'aala di hari di keluarkan apa yang ada di dalam qubur dan diketahui apa yang ada di dalam dada. Dan aku melihat kebaikan pada dirimu. Mohonlah kepada Allah Subhanahu wata'aala agar diterima, maka sesungguhnya ia adalah tanda ketaqwaan, firman Allah Subhanahu wata'aala:
إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa". (QS.al-Maidah:27)
Keempat: Janganlah engkau jadilah hari puasamu sama seperti hari berbukamu, maka apabila engkau puasa maka hendaklah berpuasa pendengaran dan penglihatanmu, dari lidahmu dari bohong, ghibah dan namimah, dan hendaklah engkau tenang di hari puasamu.
Kelima: Biasakanlah anak-anakmu berpuasa di bulan yang agung ini. lakukanlah perlombaan di antara mereka untuk membaca satu juz al-Qur`an disertai menghapal satu halaman disertai hadiah menarik bagi siapa yang bisa puasa lebih banyak dari yang lain.
Keenam: jadikan niatmu ikhlas karena Allah Subhanahu wata'aala saat engkau menyiapkan menu berbuka puasa. Berharaplah pahala dari Allah Subhanahu wata'aala yaitu pahala membukakan orang yang berpuasa, sekalipun ia adalah suamimu, anak-anakmu, dan anggota keluargamu, maka sesungguhnya amal disertai niat. Berdasarkan sabda Rasulullah Sholallohu 'alaihiwasallam:
إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى
"Sesungguhnya amal perbuatan disertai niat, dan sesungguhnya bagi setiap orang menurut niatnya."
Dan sabdanya Sholallohu 'alaihiwasallam:
من فطر صائماً كان له مثل أجره ...
"Barangsiapa yang membukakan orang yang berpuasa niscaya baginya seperti pahalanya…"
    
Ketujuh: usahakanlah selalu ada yang menemanimu saat engkau memasak di dapur dan menyiapkan makanan, yaitu radio, sampai engkau selesai menyiapkan berbuka puasa, dan dengarkanlah dengan semua ragamu semua kebaikan yang disampaikan padanya pada radio al-Qur`an al-Karim. Radio yang penuh berkah ini memberikan ilmu yang bermanfaat dan memindahkan engkau dari satu taman ke taman yang lain, di antara membaca al-Qur`an, hadits, fatwa dari ulama, nasehat dan faedah. Samahah Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata: "Saya berpesan kepada semua kaum muslimin agar mendengarkan program radio al-Qur`an al-Karim, karena padanya terdapat manfaat dan kebaikan yang banyak.
  
Kedelapan: hati-hatilah –wahai saudariku yang puasa- dari mengikuti acara televisi yang acaranya bertambah buruk di bulan yang mulia ini, dan yang menyiarkan film-film dan senetron-senetron yang hina, di mana menghilangkan rohani puasa. Firman Allah Subhanahu wata'aala:
إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً  الإسراء:36
sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (QS. al-Isra`:36)
dan Rasulullah Sholallohu 'alaihiwasallam bersabda:
"Kaki hamba tidak akan tergelincir pada hari qiamat sehingga ia ditanya tentang empat perkara: di antaranya: tentang umurnya, kemanakah ia habiskan."
  
Kesembilan: usahakanlah agar persiapan berbuka sudah selesai seperempat jam sebelum azan, dan jadilah sisa waktu itu untuk membaca al-Qur`an, berdoa dan istighfar. Maka sesungguhnya bagi orang yang berpuasa  di waktu itu ada doa yang tidak ditolak. Jangan lupa terhadap anak-anak dan anggota keluargamu serta semua kaum muslimin dari doamu.
  
Kesepuluh: segeralah berbuka setelah tenggelam matahari, berdasarkan hadits Sahl bin Saad Radhiyallohu'anhu, dari Nabi Sholallohu 'alaihiwasallam, beliau bersabda:
"Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan menta'khirkan makan sahur."HR. al-Bukhari dan Muslim.
Jangan lupa membaca bismilah sebelum makan, berbukalah dengan kurma jika ada, kemudian jawablah bacaan muazin, dan mohonlah wasilah dan fadhilah untuk nabimu Muhammad Sholallohu 'alaihiwasallam.
  
Kesebelas: janganlah terlalu banyak makan karena ia memberatkan badan dan menyebabkan malas beribadah, shalat Tarawih, dan shalat malam.
  
Kedua belas: Segeralah menuju tempat shalatmu saat mendengar azan isya. Laksanakanlah shalat fardhu dan shalat Tarawih.
  
Ketiga belas: lawanlah hawa nafsumu di bulan ini dan jadikanlah untukmu satu waktu untuk shalat tahajud di saat anak-anak sedang tertidur dan rumah sudah tenang dari kegaduhan.
Tidak mengapa engkau memegang al-Qur`an untuk membaca, munajatlah kepada Rabb semua manusia, pencipta langit dan bumi, berlututlah di hadapan-Nya, mohonlah kepada-Nya maaf dan ampunan segala dosa, keteguhan di atas kebenaran sampai engkau bertemu dengan-Nya. berapa banyak do'a yang kebetulan pintu langit sedang dibuka, yang pelakunya mendapatkan keberuntungan dunia dan akhirat.
  
Keempat belas: Jauhilah –wahai saudariku yang berpuasa- memakai minyak wangi yang nampak aromanya, apabila engkau termasuk orang yang pergi ke masjid untuk menunaikan shalat Tarawih. Demikian pula jangan sampai engkau tidak memakai hijab dalam pakaian, karena sebagian wanita –semoga Allah Subhanahu wata'aala memberi petunjuk kepada mereka- keluar menuju shalat Tarawih, sementara mereka membuka aurat lagi berminyak wangi, sampai menampakkan sebagian lekuk tubuhnya. Sedangkan wanita muslimah diperintahkan menutup aurat dan hijab dan sempurna, maka bagaimana dengan wanita yang keluar menuju shalat di bulan yang mulia ini.
  
Kelima belas: di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan ada satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan, yaitu lailatul qadar, firman Allah Subhanahu wata'aala:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ . تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ . سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur'an) pada malam kemuliaan. * Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? * Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. * Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. * Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. al-Qadr:1-5)
Dan ia di malam-malam yang ganjil seperti yang diberikan oleh Nabi Muhammad Sholallohu 'alaihiwasallam, yaitu pada malam (21, 23, 25, 27, 29). Kendati demikian, sungguh banyak sekali wanita –semoga Allah Subhanahu wata'aala memberi petunjuk kepada mereka- menyia-nyiakan malam yang agung ini di pasar-pasar untuk membeli pakaian lebaran dan makanan. Ini adalah kebodohan dan kesalahan. Apabila masuk sepuluh terakhir, Nabi Sholallohu 'alaihiwasallam mengikat sarungnya dan menghidupkan malamnya serta membangunkan keluarganya.
  
Keenam belas: janganlah engkau malam apabila engkau terhalang ibadah secara syar'i, engkau hanya di larang puasa dan shalat saja. Adapun amal ibadah lainnya, maka engkau tidak dilarang darinya, berupa do'a, zikir, tasbih, tahlil dan istighfar.
Catatan; anak putri bisa mendapat haid saat berusia sembilan tahun, maka ia wajib berpuasa saat itu dan jangan menunggu hingga mencapai usia lima belas tahun dari usianya.
  
Ketujuh belas: jauhilah kembali kepada perbuatan maksiat yang pernah engkau lakukan sebelum bulan Ramadhan. Jangalah engkau seperti wanita yang menguraikan benang...:
نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثاً
Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, (QS.an-Nahl :92)
Ingatlah ibadah yang telah engkau lakukan  berupa puasa, shalat, membaca al-Qur`an, dan kembali kepada Allah Subhanahu wata'aala. Ingatlah rohani Ramadhan dan bagaimana engkau hidup dalam keberuntungan, ketenangan dan hidup yang bahagia. Maka bagaimana mungkin engkau ingin kembali kepada kehidupan yang celaka dan sempit. Firman Allah Subhanahu wata'aala:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى  -طـه:124 .
Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (QS.Thaha:124)
Ketahuilah, saudariku yang berpuasa- sesungguhnya engkau telah diambil oleh tangan pemberi nikmat dan engkau telah menyalahi janji bersama Allah Subhanahu wata'aala, setelah engkau menyatakan bertaubat kepada-Nya, menangis di hadapan-Nya, kita berlindung kepada Allah Subhanahu wata'aala.
  
Kedelapan belas: engkau harus mengqadha setelah Ramadhan sehingga engkau mendapatkan puasa enam hari bulan Syawal, berdasarkan sabda Nabi Sholallohu 'alaihiwasallam:
من صام رمضان وأتبعه ستاً من شوال كان كصيام الدهر
"Barangsiapa yang puasa enam hari bulan Ramadhan dan meneruskannya puasa enam hari bulan Syawal, ia seperti puasa satu tahun." HR. al-Bukhari dan Muslim.
  
Terakhir: saya memohon kepada Allah Subhanahu wata'aala Yang Maha Agung, Rabb arsy yang mulia, agar menjadikan kami dan engkau termasuk orang yang Allah Subhanahu wata'aala menerima puasa dan shalat darinya, dan menjadikan kita termasuk orang yang terbebas dari api neraka, dan jangan menjadikan tahun ini sebagai masa terkahir kita dengan bulan Ramadhan. Sesungguhnya Dia menguasai hal itu Maha Kuasa atasnya. Dan doa kita yang terakhir bahwa segala puji bagi Allah Subhanahu wata'aala Rabb semesta alam.
 Download artikel: di sini

Leave a Reply