Tidak Bisa Menunaikan Nazar Puasa

0 komentar
 

Oleh: al-Ustadz Muhammad Sarbini
Pertanyaan: Bismillah. Saya pernah sakit kira-kira selama sepuluh tahun. Kemudian saya bernazar, apabila disembuhkan oleh Allah Subhanallahu wa Ta’ala dari sakit, saya akan menjalankan semua puasa sunnah terus menerus sampai ajal tiba. Namun ternyata saya tidak sanggup menjalankannya. Apa solusinya? Apakah ada kafarat bagi saya?
Jawaban:
Alhamdulillah. Masalah yang serupa telah pernah kami jawab lengkap dengan dalil-dalilnya pada Problema Anda yang berjudul “Hukum Nazar Ketaatan yang Tidak Sanggup Ditunaikan” edisi 2.
Kesimpulannya, nazar Anda termasuk dalam kategori nazar ketaatan yang juga dinamakan nazar tabarrur, yaitu nazar untuk melakukan suatu amalan saleh dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Jenis nazar seperti ini wajib ditunaikan dan tidak bisa dibayar dengan kafarat untuk meninggalkannya.
Namun, apabila Anda sudah berusaha melaksanakan nazar tersebut dan ternyata tersiksa dengannya lantas berakibat Anda kesulitan menunaikan kewajiban-kewajiban syariat lainnya sebagaimana biasanya, berarti Anda termasuk dalam kategori orang yang tidak mampu melaksanakan nazar tersebut.
Dengan demikian, nazar Anda dikategorikan sebagai nazar atas sesuatu yang tidak mampu dilaksanakan, yang dapat ditebus dengan membayar kafarat.
Adapun kafaratnya adalah sama dengan kafarat sumpah yang tersebut dalam surat al-Maidah ayat 89, yang dapat dilihat keterangannya pada jawaban kami yang diisyaratkan di atas.
Berikutnya, berpuasalah Anda semampunya dengan puasa-puasa yang bermanfaat bagi Anda tanpa mudarat dan tidak mengakibatkan Anda lalai dari kewajiban-kewajiban syariat yang lebih dicintai oleh Allah Subhanallahu wa Ta’ala daripada nazar tersebut. Wallahul muwaffiq.
Sumber: Majalah Asy Syariah no. 77/VII/1432 H/2011, hal. 32-33.

Leave a Reply