Ketika Ramadhan Berahir

0 komentar
 

Ketika Ramadhan Berahir


hari telah beranjak dan akan hilang
ketika saat kematian menjelma
padahal belum merengkuh cahaya
tapi kan sirna segala asa
tak terasa oh tak terasa
telah beberapa hari aku berpuasa
terasa sudah Allah yang maha mencinta
tilawah dengan mushaf kubaca
tapi kawan, aku tak tahu
mungkinkah kudapatkan bekas-bekas itu
padahal Ramadhan adalah saat-saat melatih
menuju ampunan Allah dengan tertatih tatih
airmata, penyesalan, dan masa yang kelam
ku songsong tarbiyah dan tashfiyah dgn mereguk keimanan
manalah mungkin hidayah di atas sunnah kan ku jelang
jikalah maksiat dan kehinaan tidak kuhempaskan
ketahuilah, Jika Allah telah dilupakan
tinggal tunggu saja datangnya kehinaan
padahal rasul Al Mustafa adalah teladan
tapi ada saja yang selalu menyiakan
Ramadhan oh Ramadhan
sungguh aku telah menantikan
sebuah perubahan dari arti kesadaran
kemuliaan dengan mereguk iman
walaupun hanya kudapatkan setitik serpihan
Al Quran adalah pelita
ilmu dan sunnah adalah utama
sedangkan masjid adalah cahaya
untuk kemuliaan sejati agama
adalah sebuah kegagalan
jika kekerdilan hati sebelum datang ramadhan
adalah semakna dengan sesudahnya datang Ramadhan
berarti tersia-siakan segala impian
Dengan apakah aku tampakkan wajah ini
jikalah ku siakan kasih sayang pemiliki diri ini
dan mencampakkan tubuh ringkih ini
yang hanya penuh dengan kehinaan
sedang kejernihan dan kemuliaan jauh dari raihan
tangisilah sisa hari-hari
jika diri hampa dari regukan iman
jika hati kosong dari rengkuhan kalam
Keluarga At Tilmidz

Leave a Reply