PUISI HAJI

0 komentar
 
Di Rawdah Tak Pernah Sepi 
Oleh : H. Budiman S.Hartoyo

Di Rawdah tak pernah sepi
beragam harap decap-berdecap
Berebut sujud, serambut tak beringsut
doa terisak, kelopak mata kejap-berkejap
Di Rawdah tak pernah sepi

Di Rawdah kucium aroma kesturi
terbayang Tuan berkelebat lewat
Jubah merah tanpa terompah
enggan rasanya berpisah lagi
 Di Rawdah kucium aroma kesturi

Di Rawdah terbayang Tuan berseri
sesaat kuingat sepantun santun
Anta syamsun, anta badrun
anta nurun, fauqa nuri....
Di Rawdah terbayang Tuan berseri

Di Rawdah tak seorang berniat pulang
berhamburan salam, ya Marhaban
Merindukan jannah dalam sujud tersedu
mengenang senyum Tuan, siapa mampu
 Di Rawdah tak seorang berniat pulang

(Sumber: Puisi H.Budiman S.Hartoyo/1992)



Aku Datang Dari Tanah Hitam 
Oleh : H.Budiman S.Hartoyo

Aku datang dari Tanah Hitam

kulitku hitam, cadarku hitam

Darahku menggelegak di lumpur Tanzania
hatiku bergolak  di gurun Arabia
Hidupku menggelepar di Afrika Hitam
Jiwaku bergetar di ambang Multazam

Aku menjelang dari jauh nun di seberang
menyurukkan nasibku yang terpuruk kelam
Kusibakkan cadarku hitam karna kepayang
melepas rindu mengecup Sang Batu Hitam

Aku datang dari Tanah Hitam
mataku legam, nasibku kelam

Kuseret jiwaku dalam tawaf di ujung malam
meniti butir tasbih hari-hariku sepi
Berdemper dalam saf Masjidilharam
menguak tabir rahsia janji Firdausi

Terseok kakiku lumpuh bersimpuh
menggenapkan cemasku dalam keluh
Akan sampaikah harapku dalam gumam riuh
akan terdengarlah doaku di galau rusuh

Perempuan hitam dari Tanah Hitam
berpesta mandi di Telaga Zamzam
Air mata bukan lagi miliknya
satu-satunya harta seberkas cahaya

Aku datang dari Tanah Hitam
Labbaika Allahumma, aku datang
(Sumber: Puisi puisi Haji Budiman S.Hartoyo/1992)

Leave a Reply