Kaidah Melatih Anak Berpuasa

0 komentar
 

Kasus:
“Tahun lalu, saya dan suami sepakat untuk melatih anak prasekolah kami berpuasa. Namun, tahun ini, suami saya kapok. “Jangan dulu deh, nanti fatal loh akibatnya,” itulah alasannya. Saya paham karena tahun lalu, secara nggak sadar kami memaksa Rani, anak kami, untuk puasa sehari penuh. Belum sampai tengah hari, Rani mulai kelihatan pucat. Senyumnya sudah nggak beres. Ternyata benar, sebelum pukul setengah dua, Rani tumbang. Ia pingsan. Suami benar-benar kaget. Maka, untuk tahun ini, ia belum siap melibatkan anaknya berpuasa kembali.”
^^^
Banyak kisah serupa terjadi dalam keluarga yang baru mengajarkan anak prasekolahnya berpuasa. Tidak salah memang, tapi kita harus tetap sadar bahwa kemampuan anak tidak sekuat kemampuan orang dewasa.
Yang harus dilakukan:
Dalam mendidik anak prasekolah berpuasa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan khususnya oleh orang tua:
  1. Anak-anak, khususnya balita, masih dalam proses perkembangan. Supaya diperhatikan, agar pelatihan puasa tidak mengabaikan fakta ini. Pada anak balita, kebutuhannya terhadap gizi dan waktu tidur masih tinggi.
  2. Harus dipahami bahwa kegiatan berpuasa ini adalah sebuah pelatihan, pengondisian, pembiasaan, dan persiapan anak agar akrab dengan aktivitas ibadah. Bukan sesuatu yang lazim sehingga kebijakan yang diterapkan harus fleksibel sesuai dengan kondisi umur, fisik, dan keadaan psikologis anak.
  3. Meski hal ini hanya pelatihan, tetapi hendaknya dilaksanakan sungguh-sungguh. Sehingga,anak-anak merasa bahwa sebuah pekerjaan sesulit apa pun harus dikerjakan secara serius.
  4. Orang tua atau guru harus yakin dan memahaminya terlebih dahulu sebelum mulai melatih anakatau siswanya berpuasa. Mengapa harus melatih sejak dini penting untuk dipahami? Secara psikologis, melatih di usia dini akan mempermudah penyesuaian berpuasa pada masa remaja atau dewasa. Anak usia dini melakukan segala sesuatu hanya untuk menyenangkan orang lain. Ketika anak sudah terbiasa menahan lapar dan haus di usianya yang masih muda, hal ini akan membantunya menjadi kuat pada masa remajanya. Semakin dini usia anak dilatih, semakin mudah penyesuaian dirinya pada masa remajanya. Maksudnya, bantuan orang tua dan guru untuk melatih anak berpuasa di usia dini akan mempermudah anak melakukan ibadah puasaterutama pada masa remaja.
  5. Ada beberapa pendapat mengenai cara melatih puasa yang efektif, misalnya ada yang mengatakan mulai dari menunda sarapan anak, kemudian menjadi setengah hari, baru kemudian satu hari. Ada juga yang mengatakan lebih baik sehari penuh karena definisi puasaadalah menahan lapar dan haus dari mulai matahari terbit sampai terbenam. Saya memang lebih cenderung pendapat yang kedua, tetapi Pak Irwan mungkin yang pertama. Keduanya mengandung risiko, yang penting cari yang paling cocok dengan kondisi fisik dan kepribadiananak.
  6. Menemani anak selama masa pelatihan. Prioritaskanlah kegiatan pelatihan ini dibandingkan kegiatan lain sehingga anak merasa bahwa orang tuanya juga terlibat dalam berpuasa. (Sumber:http://syaamilquran.com)

Leave a Reply