Jogokariyan Jadi Wisata Kampoeng Ramadhan

0 komentar
 

TEMPO.COYogyakarta -  Setiap tahun saat memasuki masa Ramadan, Pasar Sore Kampoeng Ramadan Masjid Jogokariyan Yogyakarta kembali digelar sebulan penuh.
Tak kurang 150 stand berbagai jenis dagangan mulai dari kuliner, kerajinan, busana muslim, dan mainan anak memeriahkan kampoeng Ramadhan Jogokariyan yang akan digelar 30 hari. Kegiatan ini dibuka Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Jumat 20 Juli 2012.
Ketua Panitia Kampung Ramadhan Jogokarian Swasta Gustami mengatakan tahun ini adalah kali kedelapan kegiatan itu digelar. Selain memberi ruang bagi masyarakat di wilayah DIY menampilkan berbagai olahan kuliner andalannya, di Kampung Ramadhan Jogokarian ini juga menjadi wadah berbagai ekspresi dalam meyemarakkan bulan suci.
Mulai lomba adzan tingkat regional DIY dan Jawa Tengah, dongeng anak tiap sore, hingga dialog budaya yang dikemas dalam diskusi usai Tarawih yang menghadirkan artis atau tokoh nasional seperti Wakil Ketua Komisi Pemeberantasa Korupsi Busyro Muqodas juga Ustad Harry Moekti.
"Semua kegiatan digelar agar Ramadhan lebih semarak, berisi, sekaligus menghadirkan nilai-nilai kebaikan bagi umat,” kata Gustami.
Kegiatan Kampoeng Ramadhan Jogokarian ini sendiri akan berlangsung sekitar 15.00 WIB hingga usai Maghrib.
Tak hanya Jogokarian, wisata religi dan kuliner yang selama ini dikenal warga dengan nama Jalur Gaza kembali dibuka menyemarakan sore hari ramadhan di Yogyakarta.
Jalur Gaza di Yogya bukanlah wilayah konflik Palestina-Israel nun jauh di sana. Jalur Gaza yang berada di jalan Sorogenen, Nitikan, Sorosutan, Kecamatan Umburharjo ini merupakan kepanjangan "Jajanan, Lauk, Sayur, Gubug Ashar Zerba Ada."
Berbagai makanan khas ramadhan mulai yang traditional hingga cepat saji tersedia. »Kampung-kampung ramadhan seperti Jogokarian dan lainnya jika dipertahankan dan terus dikemas dengan menarik bisa menjadi aset wisata religi di Kota Yogya, untuk mengundang wisatawan,” kata Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Leave a Reply