Jajanan Buka Puasa Khas Yogyakarta

0 komentar
 

Berbagai macam jenis lauk dan jajanan, dijajakan di ruang-ruang terbuka di pinggir jalan. Hampir setiap sudut jalan di Yogya sampai masuk ruang-ruang di kampung, bahkan sampai masuk dusun, tidak kesulitan mencari bahan makanan untuk keperluan buka puasa. Berbagai macam menu disediakan tinggal memilih. Artinya, siapa saja, termasuk yang tidak berpuasa, bisa memilih menu makanan yang ‘tersedia’ dibanyak tempat.
Pastilah kita tahu, pada bulan puasa, jika menjelang sore tiba, beberapa jam sebelum mendekati tanda puasa terdengar, di Yogyakarta mudah sekali mencari menu makanan. Kapan kita melewati jalan-jalan di Yogya, kita akan menemukan warung-warung Ramadhan ada di pinggir jalan. Yang biasanya disajikan, kolak, koktail dan bermacam jenis lauk lainnya. Di bulan Ramadhan, pada sore hari, kita mudah mencari makanan untuk keperluan buka puasa.
Bahkan disejumlah kampung di Yogya, seperti kampung Kauman misalnya, sudah sejak lama ada ‘Pasar Ramadhan’. Setiap sore, di bulan Ramadhan, pasar Ramadhan ini penuh pengunjung untuk keperlukan mencari bahan makanan untuk puasa. Bermacam jenis lauk dan jajan tinggal memilih.
Selain kampung Kauman, kampung Jogokariyan juga ada pasar Ramadhan. Di tempat ini, selain menyediakan jajanan dan lauk, ada juga acara-acara lain untuk mengisi bulan Ramadhan.
Selain di kampung, di kawasan kampus UGM, anak-anak muda, termasuk mahasiswa dan mahasiswi, mengisi suasana Ramadhan dengan menyediakan menu makanan yang dijajakan di jalan-jalan di kawasan UGM. Kaum muda ini, seperti kelihatan menikmati dalam menjalankan aktivitasnya di sore hari beberapa jam menjelang tanda puasa terdengar. Tidak jarang, orang yang lewat berhenti untuk membeli makanan keperluan buka puasa.
Pasar Ramadhan, artinya pasar yang terselenggara setiap bulan Ramadhan, dan setelah Ramadhan usai, pasar ini tidak lagi bisa ditemukan. Para penjual yang ‘memanfaatkan’ suasana Ramadhan dengan mengisi berjualan makanan, memang pekerjaan utamanya bukan pedagang, apalagi yang membuka ‘warungnya’ di kampus, mereka adalah mahasiswa yang memberi apresiasi orang yang menjalankan puasa.
Selain dikenal sebagai pasar Ramadhan, ada juga yang menyebut sebagai pasar tiban. Istilah ini untuk menandai para penjual yang mengambil ruang, yang sehari-harinya bukan sebagai pasar, misalnya trotoar, atau jalan kampung dan sejenisnya. Karena sifatnya tiban, ada masanya untuk berhenti, setelah suasana tidak lagi mendukung.
Ambil contoh, warung Ramadhan yang tidak berada di tepi jalan besar, seperti di jalan Kaliurang, misalnya jalan arah menuju Kasongan sampai desa Bangunjiwa, Bantul. Warung Ramadhan di tepi jalan bisa ditemui dan orang yang lewat dijalan ini, seringkali terlihat berhenti untuk mencari makanan keperluan puasa.
Di jalan Kaliurang lebih padat lagi warung-warung Ramadhan dan semuanya mengambil tempat di tepi jalan. Ada warung yang hanya menggunakan satu meja dan yang disediakan berupa koktil, kolak dan sejenisnya. Jenis lauk dan sayuran tidak menyediakan. Setidaknya, warung-warung seperti itu bisa ‘menghentikan’ orang yang masih dijalan dan tanda puasa sudah kedengaran. Berhenti sejenak untuk meneguk koktail atau kolak.
Aneka makanan dan jajanan selama bulan Ramdhan di Yogya orang tidak kesulitan mencari makanan untuk keperluan buka puasa. Yang masih belum sampai rumah bisa berhenti di jalan untuk mencari makanan dan ada waktu dibawa pulang untuk buka puasa. Atau, bagi yang tempat tinggalnya tidak jauh dari pasar Ramadhan tinggal membuka pintu rumah dan jalan kaki menuju pasar Ramadhan.
Pada bulan Ramadhan, kita memiliki banyak pilihan menu makanan yang tersedia dibanyak tempat.

Leave a Reply