Download Adzan

0 komentar
 

Azan (ejaan KBBI) atau adzan (Arab: أذان)  : Secara bahasa, adzan bermakna i’lam yaitu pengumuman, pemberitahuan atau pemakluman, sebagaimana disebutkan dalam Mukhtarush Shihhah (hal. 16), At-Ta’rifat oleh Al-Jurjani (hal. 23), dan selainnya. Allah Ta’ala berfirman:
”Dan inilah suatu pemakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar…” (At-Taubah: 3)
Lantunan azan dari berbagai masjid dan berbagai negara memiliki keunikan dan kekhasan sendiri-sendiri. Perbedaan lantunan ini menjadi ragam kekayaan budaya Islam yang indah dan berwarna-warni. Lantunan azan dari berbagai tempat, seperti dari Makkah, Madinah, Masjid Al Aqsa, Mesir, dll dapat Anda download di link berikut ini:
Koleksi Mp3 Adzan
  •  Adzan Indonesia – Al-Ustadz Syuhada Abu Syakir Bandung (Merdu Banget)  Free Download>>>
Adapun secara syariat, adzan adalah pemberitahuan datangnya waktu shalat dengan menyebutkan lafadz-lafadz yang khusus. (Fathul Bari 2/102, Al-Mughni Kitabush Shalah, bab Al-Adzan)
Abul Hasan Al-Mawardi Rahimahullah menerangkan, asal adzan ini adalah firman Allah Ta’ala:
”Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk mengerjakan shalat pada hari Jum’at maka bersegeralah kalian kepada mengingat Allah…” (Al-Jumu’ah: 9)
Dan firman-Nya:
“Dan apabila kalian menyeru mereka untuk mengerjakan shalat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan…” (Al-Maidah: 58) [Al-Hawil Kabir, 2/40] 

Lafadz Adzan (disertai Tulisan Bahasa Indonesia) 

Al-Imam Muhammad bin Yahya Adz-Dzuhli Rahimahullah berkata: “Riwayat yang paling shahih (tentang lafadz-lafadz adzan yang dimimpikan oleh Abdullah bin Zaid Radhiyallaahu ‘anhu, pen.) adalah riwayat Muhammad bin Ishaq, yang mendengarkan dari Muhammad bin Ibrahim ibnul Harits At-Taimi, dari Muhammad bin Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi, yang mendengarkan dari ayahnya, Abdullah bin Zaid, karena Muhammad telah mendengarkan langsung dari bapaknya yakni Abdullah.”
Riwayat ini dikeluarkan oleh Al-Imam Ahmad t (3/43), Ashabus Sunan kecuali An-Nasa’i t, dan selainnya. At-Tirmidzi t menukilkan penshahihan Al-Imam Al-Bukhari t terhadap riwayat ini di dalam Al-Ilal. Dishahihkan pula oleh Ibnu Khuzaimah t, beliau menyatakan hadits ini shahih dan pasti dari sisi penukilan, para perawinya bukan orang-orang yang melakukan tadlis (penyebutan secara samar) dalam periwayatannya. (Ats-Tsamar, 1/115).
Lafadznya adalah sebagai berikut :
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
(“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar”)
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
Asyhadu allaa ilaaha illallaah,Asyhadu allaa ilaaha illallaah
(Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah.)
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah, Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah
(Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)
حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
Hayya ‘alash sholaah,Hayya ‘alash sholaah
(Marilah mengerjakan shalat. Marilah mengerjakan shalat)
حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
Hayya ‘alal falaah, Hayya ‘alal falaah,
(Marilah (menuju) kepada kemenangan. Marilah (menuju) kepada kemenangan)
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laailaaha ilallaah
(Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah.)
(Sumber: kahliilwp)

Leave a Reply